Salah satu ciri orang bertaqwa adalah sabar. Sabar bisa diartikan tabah dan tangguh dalam menghadapi segala sesuatu. Menurut Imam Al- Ghazaly, sabar adalah kondisi mental yang terjadi karena dorongan ajaran agama dalam mengendalikan nafsu. Dalam kehidupan ini manusia pasti akan mengalami keadaan yang menyenangkan dan tidak menyenangkan, keadaan yang sesuai dengan yang diharapkan atau yang tidak diharapkan. Keadaan yang menyenangkan atau yang sesuai dengan yang diharapkan tidaklah menjadi masalah bagi yang seseorang. Namun apabila seseorang sedang mengalami kegagalan tidaklah jarang seseorang dilanda keputus asaan. Namun bagi orang yang beriman, atau orang yang mempunyai iman yang kuat akan sanggup menghadapi segala tantangan hidup. Meskipun sedih, duka nestapa dan menderita mereka tidak akan berputus asa. Memantabkan sifat sabar didalam hati memanglah sangat sukar, perlu latihan dan perlu dididik dari kecil. Menurut Prof. Dr. Yunasril Ali, MA dalam bukunya Pilar-Pilar Tasawuf menyebut hakekat sifat sabar yang sebenarnya ialah suatu sikap jiwa yang sanggup menerima segala sesuatu yang telah menjadi ketentuan Tuhan, dibarengi dengan upaya yang tangguh dalam menghadapinya. Seperti Nabi Ya'qub ketika kehilangan Yusuf anak kesayangannya, selalu berharap akan bisa bertemu kembali. Dalam Q.S Yusuf : 18 disebutkan Sabarlah yang lebih baik. dan kepada Allah lah tempat minta tolong. Dalam hadist Rasullulah juga disebutkan tentang kesabaran, antara lain;
"Sabar adalah separo iman dan keyakinan adalah seluruh keimanan "(HR. Athabrani dan Al Baihaqi). "Sabar yang sebenarnya adalah sabar pada saat bermula tertimpa musibah" (HR. Al Bukhari). "Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seseorang hamba yang lebih luas baginya dari pada sabar" (HR. Al Hakim)
Kamis, 06 Mei 2010
Selasa, 04 Mei 2010
Orang Mukmin
Terdapat hadist Rasulullah yang menggambarkan tentang orang mukmin;
- " Tidak ada orang yang lebih mulia di sisi Allah dari seorang mukmin" (HR. Athabrani).
- " Barangsiapa menyenangi amalan kebaikannya dan menyedihkan (bersedih dengan) keburukkannya maka dia adalah seorang mukmin" (HR. Al Hakim).
- " Orang yang shaleh selalu mendapat tekanan-tekanan. (HR. Al Hakim)
- "Allah Azza wajalla mewajibkan tujuh hak kepada seorang mukmin terhadap mukmin lainnya, yaitu (1) melihat saudara seimannya dengan rasa hormat dalam pandangan matanya; (2) mencintainya di dalam hatinya; (3) menyantuninya dengan hartanya; (4) tidak menngunjingnya atau mendengar pergunjingan terhadap kawannya; (5) menjenguknya bila sakit; (6) melayat jenazahnya; (7) dan tidak menyebut kecuali kebaikannya sesudah ia wafat" (HR. Ibnu Baabawih).
- "Seorang mukmin bukanlah pengumpat dan suka mengutuk, yang keji dan ucapannya kotor" (HR. Bukhari)
- " Tidak ada orang yang lebih mulia di sisi Allah dari seorang mukmin" (HR. Athabrani).
- " Barangsiapa menyenangi amalan kebaikannya dan menyedihkan (bersedih dengan) keburukkannya maka dia adalah seorang mukmin" (HR. Al Hakim).
- " Orang yang shaleh selalu mendapat tekanan-tekanan. (HR. Al Hakim)
- "Allah Azza wajalla mewajibkan tujuh hak kepada seorang mukmin terhadap mukmin lainnya, yaitu (1) melihat saudara seimannya dengan rasa hormat dalam pandangan matanya; (2) mencintainya di dalam hatinya; (3) menyantuninya dengan hartanya; (4) tidak menngunjingnya atau mendengar pergunjingan terhadap kawannya; (5) menjenguknya bila sakit; (6) melayat jenazahnya; (7) dan tidak menyebut kecuali kebaikannya sesudah ia wafat" (HR. Ibnu Baabawih).
- "Seorang mukmin bukanlah pengumpat dan suka mengutuk, yang keji dan ucapannya kotor" (HR. Bukhari)
Langganan:
Postingan (Atom)