Dalam setiap organisasi pasti dipimpin oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin akan memimpin anggota-anggotanya dalam organisasi tersebut. Pemimpin mempunyai fungsi memipin anggotanya melaksanakan pekerjaaannya dalam mencapai tujuan organisasi tersebut. Oleh karena itu seorang pemimpin harus mempunyai ciri kepemimpinan yang salah satunya adalah kemampuan untuk memberikan pengarahan kepada orang lain dan memfokuskan energi yang pada tujuan spesifik sementara mempertahankan semangat yang tinggi di dalam kelompok.
Seorang pemimpin juga harus mempunyai empati, yaitu kekuatan untuk masuk ke dalam perasaan atau semangat orang lain, bagaimana untuk bisa mengerti apa yang orang lain pikirkan dan bagaimana perasaan mereka. Seorang pemimpin yang efektif harus mau mendengarkan orang lain, mendengarkan keluhan-keluhan mereka, ide-ide mereka, advis, dan nasehat mereka. Bersikap terbuka terhadap apa yang orang lain katakan. Mendengarkan dengan sungguh-sungguh adalah satu-satunya cara dapat mengerti apa yang orang lain pikirkan dan rasakan.
Disamping itu seorang pemimpin harus memperlihatkan kepedulian akan kebutuhan, aspirasi dan perasaan kelompok. Seorang pemimpin harus merasa peduli kepada orang yang dipimpin dan tiap individu di dalam kelompok. Tanpa kaitan ini seorang pemimpin tidak dapat mengkomunikasikan kebutuhan, aspirasi dan perasaan kelompok. Selanjutnya sorang pemimpin harus memperlihatkan respek kepada orang lain di dalam kelompoknya. Tanpa respek orang mungkin menuruti apa yang diperintahkan, patuh dan tunduk, namun mereka tidak akan memiliki komitmen pada pemimpin atau pada apa yang harus dikerjakan. Tanpa komitmen tidak ada loyalitas, tanpa loyalitas tidak ada kepemimpinan. Kemampuan untuk mengkomunikasikan kebutuhan, aspirasi dan perasaan kelompok baik ke dalam maupun keluar kelompok perlu dimiliki oleh seorang pemimpin.
Itulah sebagian gambaran bagaimana menjadi seorang pemimpin dalam organisasi. Namun menjadi seorang pemimpin sejati tidaklah mudah. Apalagi hanya ingin jabatan pemimpin saja tanpa mempunyai ciri-ciri kepemimpinan (katanya ini bisa dipelajari), tanpa mau mengindahkan kaum yang dipimpinnya. Terkadang hanya ingin realisasi kegiatan segera tercapai dengan berbagai cara yang bahkan tidak peduli apakah sudah sejalan dengan tujuan yang sebenarnya yang telah digariskan.
Menjadi pemimpin seharusnya memiliki moral yang baik, sehingga bisa membawa manfaat bagi organisasi maupun kaum yang dipimpinnya kearah yang lebih baik. Dalam hadist Rasulullah menyebutkan bahwa pemimpin suatu kaum adalah pengabdi (pelayan) mereka (HR Abu Ha'im). Sangatlah berat sebenarnya menjadi seorang pemimpin karena mempunyai tanggung jawab dan mengemban amanah serta harus bijaksana dalam memimpin kaumnnya. Dalam memberikan pengarahan dan petunjuk harus seia sekata baik dalam perbuatan maupun perkataannya. Janganlah membuat bingung anggota kelompoknya, janganlah ibaratnya pagi sore dalam memberikan perintah. Sabda Nabi Muhammad SAW menyebutkan "Akan datang sesudahku penguasa-penguasa yang memerintahmu. Diatas mimbar mereka memberikan petunjuk dan ajaran dengan bijaksana, tetapi bila telah turun mimbar mereka melakukan tipu daya dan pencurian. Hati mereka lebih busuk dari Bangkai (HR Athabrani)
Selasa, 13 Juli 2010
Langganan:
Postingan (Atom)