Orang yang tidak mendapat petunjuk Allah Swt adalah orang yang sangat celaka, karena tidak akan bisa membedakan mana yang haq dan batil. Ada manusia yang memang tidak mau atau tidak antusias menerima petunjuk, dan tentunya Allah Swt tidak mau memberikan petunjuk kepada manusia golongan ini.
Kita sebagai umat muslim harus selalu berusaha meraih hidayah dari Allah Swt, karena manusia akan berada dalam keselamatan dunia dan akherat bila selalu dalam petunjuk Allah Swt.
Dalam Hadist, Nabi Muhammad Saw bersabda "Barangsiapa diuji lalu sabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu istighfar, maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang yang memperoleh petunjuk" (HR Baihaqi)
Ada empat hal yang membuat manusia mendapat petunjuk Allah Swt yaitu:
1. Sabar Dalam Ujian.
Dalam menghadapi segala ujian, cobaan atau masalah hidup seseorang harus bersabar. Setiap manusia pasti akan diuji oleh Allah Swt.
Dalam Surat Al Baqarah: 155 Allah Swt berfirman :
"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar"
2. Syukur Dalam Pemberian.
Apabila kita mendapatkan kenikmatan dari Allah Swt kita harus mensyukurinya.
Firman Allah Swt dalam Surat Ibrahim: 7:
" Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat Ku), maka pasti azab Ku sangat berat".
3. Memaafkan Orang Yang Menzalimi.
Apabila kita diperlakukan secara zalim, memaafkannya akan lebih baik.
Dalam Surat Al A'raaf: 199 Allah berfirman:
"Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh"
4. Tobat Atas Kezaliman
Pelaku kezaliman harus segera bertobat dari dosanya, karena kezaliman merupakan sesuatu yang sangat merugikan orang lain dan diri sendiri. Allah Swt sangat mencintai orang yang mau bertobat.
Allah Swt berfirman dalam Surat Al Baqarah :222 yang bunyinya:
"Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang mensucikan diri"
( Sumber: 160 Materi Dakwah Pilihan;Drs.H.Ahmad Yani)